Perkebunan Kina di Jawa Barat

 

PABRIK KINA DI WILAYAH BANDUNG JAWA BARAT

(Pabrik Kina Bukit Unggul – Volume 1)

Oleh Lia Nuralia

Perkebunan kina yang pernah ada dan yang masih berkesinambungan sampai sekarang ada di wilayah Bandung Jawa Barat merupakan perkebunan warisan zaman Belanda. Lokasi permukiman emplasemen perkebunan masih menyisakan tinggalan budaya benda (material culture) dan budaya tak benda (immaterial culture). Warisan Budaya Benda berupa bangunan industri dan artefak perkebunan, sedangkan Budaya Tak Benda berupa tata cara produksi dan kehidupan sosial budaya masyarakat perkebunan di masa lalu, yang menjadi tradisi berkelanjutan di masa sekarang.

Bangunan industri dan produksi kina di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, telah berdiri sejak pertengahan abad ke-19 sampai awal abad ke-20 Masehi. Bangunan industri tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok bangunan, yaitu produksi utama, pendukung produksi, dan pemukiman pengelola (pejabat/pemilik) dan tenaga kerja (karyawan/buruh).

Pabrik Kina Bukit Unggul adalah satu-satunya pabrik kina di Indonesia yang masih produksi sampai sekarang. Proses produksi kina di masa lalu sudah menjadi tradisi produksi di masa sekarang. Demikian juga dengan kehidupan sosial komunitas perkebunan di masa lalu, masih ada kesamaan dengan kehidupan sosial masyarakat perkebunan di masa sekarang. Tradisi produksi dan kehidupan sosial komunitas perkebunan menjadi warisan budaya tak benda.

Pabrik kina terdiri dari dua jenis pabrik, yaitu pabrik kina satu atap dan pabrik kina lebih dari satu atap atau komplek pabrik. Komplek Pabrik Kina ada di bekas lokasi Pabrik Kina Cinyiruan dan Pabrik Kina Kertamanah. Pabrik Kina satu atap terdapat di Pabrik Kina Bukit Unggul dan tampak dari bekas Pabrik Kina Cikembang. Pabrik Kina Bukit Unggul ada empat ruang atau bagian sesuai tahapan produksi, yaitu: penjemuran, penggaangan, penggilingan, dan pengepakan.

 

Close