Sekilas Penelitian Arkeologi di Gua Pawon

Pengungkapan kembali Gua Pawon terjadi setelah Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) melakukan survei dan pemetaan geologi di kawasan Gua Pawon dan kawasan sekitar pada bulan Mei 1999. Pada saat itu Tim KRCB membuat galian memanjang membelah bagian tengah Gua Pawon. Dari jejak penggalian yang mereka lakukan walaupun telah menghasilkan beberapa indikasi penting dari budaya masa lalu berupa temuan serpihan obsidian, rijang, dan tulang, serta moluska, hampir saja menghancurkan temuan penting dari Gua Pawon karena hampir mendekati kedalaman dimana manusia pawon ditemukan. Sejak penemuan tersebut penanganan penelitian arkeologi di kawasan Gua Pawon ditangani oleh tim dari Balai Arkeologi Bandung.
Penelitian (ekskavasi) arkeologi di Gua Pawon antara lain telah dilakukan oleh Balai Arkeologi Bandung pada bulan Juli dan Oktober (2003), Mei (2004), April (2004), Oktober (2005), dan April 2009, Agustus 2010, Juni 2011, 2012, 2013, 2014. Selain penelitian oleh Balai Arkeologi Bandung sendiri, penelitian/ekskavasi di Gua Pawon juga dilakukan Balai Arkeologi Bandung bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Peninggalan Purbakala, Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi Jawa Barat, serta penelitian yang dilakukan dengan pengawasan langsung Balai Arkeologi Jawa Baarat dalam rangka praktikum arkeologi mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Pajajaran. Dalam penelitian tersebut telah dilakukan pembukaan 11 kotak ekskavasi. Penggalian tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengalian terpilih (selective excavation) yang dilakukan pada lantai Gua Pawon yang relatif utuh, dan di gua-gua yang termasuk dalam gugusan Gua Ketuk yang terletak di sebelah timur Gua Pawon.

Hasil ekskavasi di situs Gua Pawon memperlihatkan adanya inidikasi variasi fungsi gua yang mengarah ke multifungsi di masa lalu, selain pernah digunakan sebagai tempat hunian yang ditunjukkan oleh temuan yang mengacu pada peralatan berupa alat-alat serpih yang terbuat dari bahan obsidian, jasper dan kalsedon, alat tulang dan taring berupa lancipan dan spatula, perkutor, sisa-sisa moluska. Selain bukti-bukti peninggalan berupa peralatan hidup, dari hasil ekskavasi yang dilakukan juga menemukan benda-benda lain yang dipergunakan sebagai perhiasan. Benda-benda perhiasan tersebut diantaranya ada yang terbuat dari gigi ikan (hiu), taring hewan, dan moluska.

Bukti tentang kehidupan prasejarah yang pernah berlangsung di Gua Pawon di masa lalu, menjadi lebih lengkap dengan ditemukannya manusia pendukung budayanya. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Gua Pawon, telah ditemukan lima bagian rangka yang mewakili lima individu yang berbeda. Tiga diantaranya terdiri dari bagian atap tengkorak, rahang bawah, dan rahang atas. Serta dua rangka yangditemukan terkubur dengan posisi terlipat.

Baca selengkapnya di bawah ini:

Close